KEBIJAKAN PT. WIRAKARYA SAKTI

 

Kebijakan Konservasi Hutan

Kebijakan Komitmen 1: APP dan seluruh pemasoknya hanya akan mengembangkan area yang bukan merupakan hutan, sesuai dengan hasil identifikasi dalam penilaian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT) secara independen.

Kebijakan Komitmen 2: APP akan mendukung strategi dan target Pemerintah Indonesia untuk pembangunan rendah emisi dan penurunan emisi gas rumah kaca. Hal ini akan dicapai dengan memastikan bahwa lahan gambut berhutan dilindungi sebagai bagian dari komitmen APP untuk melindungi hutan dengan Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi, serta menerapkan pengelolaan praktik terbaik untuk mengurangi dan menghindari emisi gas rumah kaca dalam lanskap lahan gambut.

Kebijakan Komitmen 3: APP akan menerapkan prinsip-prinsip berikut: menyampaikan informasi kepada dan memperoleh Persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa/FPIC) dari masyarakat lokal maupun adat; Penanganan keluhan yang bertanggung jawab; Penyelesaian Konflik yang Bertanggung jawab; dialog yang terbuka dan konstruktif dengan para pemangku kepentingan lokal, nasional dan internasional; program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat; penghormatan terhadap hak asasi manusia; mengakui dan menghormati hak-hak karyawannya; kepatuhan terhadap hukum, prinsip dan kriteria sertifikasi bertaraf internasional yang relevan.

Kebijakan Komitmen 4: APP mengambil bahan baku serat kayu dari seluruh dunia dan saat ini APP mengembangkan prosedur untuk memastikan bahwa pasokan ini mendukung pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

 

Kebijakan, Komitmen dan Pernyataan PT. Wirakarya Sakti
Selain Kebijakan konservasi hutan APP, perusahaan juga mempunyai kebijakan, Komitmen dan pernyataan yang mendukung pengelolaan hutan secara lestari, yaitu Kebijakan K3L, Kebijakan Kelestarian Hasil, Kebijakan Sosial dan SDM, Kebijakan Tanpa Bakar, Kebijakan Lacak Balak, Kebijakan Prinsip Dasar Pekerja, Komitmen Penerapan FCP, Komitmen FSC CW, Komitmen Pemakaian Pestisida, Pernyataan Non GMO

 

Kebijakan Lacak Balak Kayu (Coc)
Sebagai perusahaan hutan tanaman industri yang memiliki visi menjadi perusahaan kehutanan berkelas dunia, PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) berkomitmen untuk melakukan kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu yang bersumber dari pengelolaan hutan secara lestari yang diproduksi dari material tanam Non-GMO dengan berdasarkan atas prinsip-prinsip lacak balak kayu (CoC).

Untuk mencapai komitmen ini PT.WKS menerapkan praktik-praktik pemanfaatan hasil hutan sebagai berikut :

  1. Mematuhi semua peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk beberapa konvensi internasional yang sudah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia.
  2. Melakukan kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu dengan baik, dengan menjamin hak-hak negara atas semua hasil hutan kayu, serta menjamin legalitas hasil hutan kayu yang dikelola.
  3. Memastikan penerapan prinsip segregasi penandaan dan proses dokumentasi yang baik, jelas dan konsisten di setiap simpul pergerakan kayu sehingga mampu memberikan informasi dan kepastian terhadap ketelusuran asal kayu.
  4. Melakukan perbaikan secara terus menerus melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi pelaksanaan kegiatan CoC.

Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan
PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) adalah perusahaan yang memproduksi kayu hutan tanaman, menyadari dan memahami bahwa aspek K3L merupakan komponen penting dalam mendorong usaha yang lestari dan berkomitmen menjalankan Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (Occupational Safety, Health & Environment Policy) sebagai berikut:

  • Mematuhi seluruh peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk berbagai konvensi internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.
  • Meningkatkan Mutu K3L secara berkesinambungan melalui pengelolaan K3, sumberdaya alam hayati, ekosistem, serta prinsip dan norma berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012, OHSAS 18001:2007 dan ISO 14001:2015
  • Mengutamakan nilai-nilai dengan memperhatikan aspek sumber daya manusia dan memotivasi karyawan untuk meraih kesuksesan.
  • Mendorong kesadaran setiap orang mempunyai hak & kewajiban untuk bekerja aman di dalam lingkungan perusahaan yang sehat dan aman.
  • Mengidentifikasi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melalui pemeriksaan kesehatan berkala, pelayanan kesehatan, penyediaan sarana & prasarana, perbaikan lingkungan kerja dan melakukan upaya perlindungan terhadap lingkungan.
  • Berkontribusi terhadap upaya-upaya nasional dan global dalam menurunkan emisi karbon yang berasal dari degradasi dan deforestasi hutan, dan upaya menjalankan pencegahan kebakaran hutan & lahan.
  • Memelihara dan meningkatkan nilai konservasi pada kawasan yang teridentifikasi sebagai kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value) dan kawasan potensi karbon tinggi (High Carbon Stock) sesuai prinsip kehati-hatian.
  • Mempertahankan ekosistem gambut termasuk penerapan pengelolaan tata air yang tepat.
  • Menerapkan sistem silvikultur yang sesuai termasuk pengendalian dampak fisik, biologi dan kimia.
  • Melakukan perbaikan secara terus menerus melalui evaluasi, penelitian dan kerjasama dengan para pihak.

Kebijakan Tanpa Bakar
Untuk mendukung pengelolaan hutan lestari maka ditetapkan:

  • Kami sangat tegas menerapkan kebijakan tanpa bakar dan mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku
  • Kami tidak pernah memulai pembakaran dan berkonsentrasi penuh dalam menjaga dan melawan pembakaran lahan oleh pihak-pihak lain
  • Kami fokus terhadap perlindungan aset tanaman kami yang sangat bernilai yang sangat penting untuk kelestarian bisnis jangka panjang kami
  • Pembakaran dengan sangat tegas dilarang pada seluruh kegiatan operasional yang dicantumkan dalam standar prosedur operasional perusahaan
  • Kami menggunakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran untuk membantu pemerintah daerah dan desa-desa sekitar area konsesi.

 

Kebijakan Tentang Prinsip-Prinsip Dasar Pekerja

PT. Wirakarya Sakti berkomitmen bahwa dalam mengelola Sumber Daya Manusia sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pekerja serta menjamin dan melindungi hak-hak pekerja dan hak azasi manusia di seluruh wilayah konsesinya yang dapat memberikan dampak positif berkelanjutan pada penghidupan dan kesejahteraan pekerja, sesuai yang telah tertuang dalam konvensi ILO yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, PT Wirakarya Sakti berkomitmen :

  1. Mematuhi seluruh peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk berbagai konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.
  2. Dalam keadaan dan kondisi apapun tidak melakukan, menggunakan atau dengan cara lain memanfaatkan segala bentuk kerja paksa atau wajib kerja dalam bentuk apapun terhadap pekerjanya di seluruh aktivitas bisnisnya sesuai dengan konvensi ILO No. 29 tentang Kerja Paksa dan Konvensi ILO No. 105 tentang Penghapusan Kerja Paksa.
  3. Mengakui, menghormati dan merealisasikan hak-hak pekerja termasuk memberikan hak kebebasan dalam berserikat dan Perundingan bersama sesuai dengan konvensi ILO No. 87 tentang Kebebasan Berserikat dan Konvensi ILO No. 98 tentang Hak Berorganisasi dan Melakukan Perundingan Bersama serta menerapkan konvensi ILO No. 144 mengenai Konsultasi Tripartit.
  4. Menjamin perlakuan yang adil dan setara dan tidak melakukan diskriminasi antara pekerja pria dan wanita termasuk dalam proses perekrutan, pemberian upah, pekerjaan dan jabatan dengan cara menerapkan standar yang sama tentang perlakuan yang adil dan setara sesuai dengan konvensi ILO No. 100 tentang Pemberian Upah yang sama bagi pekerja pria dan wanita dan Konvensi ILO No. 111 tentang diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan, serta melarang semua bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.
  5. Tidak menggunakan tenaga kerja anak-anak dibawah umur dan menghindari serta tidak melakukan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak sesuai usia minimal yang telah dituangkan dalam konvensi ILO No. 138 tentang Usia Minimal dan Konvensi ILO No 182 tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.
  6. Membayar upah/gaji tidak di bawah standar upah minimum yang telah ditetapkan dan diatur sesuai undang-undang, peraturan pengupahan dari daerah setempat dan perjanjian bersama termasuk yang terkait dengan kerja lembur.
  7. Melakukan perekrutan tenaga kerja yang legal dan sah secara hukum dan sesuai dengan hubungan ketenagakerjaan yang diakui dan ditetapkan melalui undang-undang.
  8. Memastikan bahwa jam kerja dan hari istirahat sesuai dengan semua undang-undang yang berlaku terkait jam kerja reguler, dan jam lembur termasuk istirahat, waktu istirahat dan setiap pekerjaan lembur harus bersifat sukarela dan dikompensasi sesuai konvensi ILO No. 106 mengenai istirahat mingguan dalam perdagangan dan kantor-kantor.
  9. Menerapkan Konvensi ILO No. 19 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Konvensi ILO No. 120 tentang Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor.

Kebijakan Sosial Dan Sumberdaya Manusia
PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) memastikan bahwa pengelolaan sumberdaya hutan di semua wilayah konsesinya dapat memberikan dampak positif berkelanjutan pada penghidupan dan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, karyawan dan pekerja perusahaan serta berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Untuk mencapai hal tersebut, PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) berkomitmen :

  1. Mematuhi seluruh peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk berbagai konvensi internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.
  2. Mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat lokal dan masyarakat adat (Indigenous People) di dalam dan sekitar wilayah konsesi, dengan menerapkan azas keterbukaan, kesetaraan, dan keadilan dalam proses pengambilan keputusan.
  3. Melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat baik masyarakat adat maupun masyarakat lokal yang didesain secara terbuka dan partisipatif bersama para pihak penerima manfaat (beneficiaries groups)
  4. Mengakui, menghormati dan merealisasikan hak-hak pekerja, termasuk memberikan kebebasan berserikat, tidak mempekerjakan pekerja dibawah umur serta tidak ada diskriminasi dalam semua lingkup pekerjaan.
  5. Mengambil langkah-langkah strategis dalam memberdayakan tenaga tenaga kerja lokal.
  6. Menerapkan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk mencapai zero accident.
  7. Menyelesaikan konflik dan keluhan secara bertanggungjawab dan tanpa kekerasan.
  8. Bekerjasama secara aktif dan konstruktif dengan semua pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional dan internasional yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

 

Kebijakan Kelestarian Hasil
Sebagai perusahaan hutan tanaman industri yang memiliki visi menjadi perusahaan kehutanan berkelas dunia, PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) berkomitmen menghasilkan dan menyediakan bahan baku kayu secara berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari (PHPL).
Untuk mencapai komitmen ini, PT.WKS menerapkan praktek-praktek pengelolaan hutan sebagai berikut :

  1. Mematuhi semua peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk berbagai konvensi internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.
  2. Membangun kemantapan kawasan yang didasarkan pada sistem zonasi yang menjamin keberlangsungan fungsi produksi, lingkungan dan sosial.
  3. Membangun hutan tanaman industri dari material tanam Non-GMO yang didukung oleh sistem silvikultur yang tepat dan perlindungan hutan yang efektif untuk mencapai produktifitas lahan
  4. Pengaturan hasil didasarkan pada daur produktif dan etat (luas dan volume).
  5. Menerapkan sistem pemanenan yang ramah lingkungan dan prinsip keterlacakan bahan baku kayu.

Komitmen Pemakaian Pestisida Dan Bahan Kimia
PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) adalah perusahaan yang memproduksi kayu hutan tanaman, menyadari dan memahami bahwa aspek K3 & Lingkungan merupakan komponen penting dalam mendorong usaha yang lestari. PT. WKS berkomitmen dalam mengendalikan pemakaian pestisida dan bahan kimia sebagai berikut:

  • Mematuhi seluruh peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk berbagai konvensi internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia terutama yang berhubungan dengan pemakaian pestisida dan bahan kimia lainnya.
  • Mendukung pengembangan dan adopsi metode penanggulangan hama penyakit yang ramah lingkungan, serta berusaha untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan pestisida kimia. Tidak menggunakan pestisida yang termasuk golongan 1A dan 1 B dalam daftar WHO dan yang mengandung hidrokarbon klorin (chlorinated hydrocarbon), pestisida yang persisten, beracun atau zat turunannya akan tetap aktif secara biologis dan terakumulasi dalam rantai makanan setelah penggunaannya, juga pestisida lain yang dilarang berdasarkan perjanjian internasional.
  • PT. WKS memiliki kebijakan dan strategi tertulis untuk mendukung pengembangan dan pemakaian metode-metode pengendalian hama non kimia dan ramah lingkungan, serta berusaha untuk menghindari penggunaan pestisida kimia.
  • Apabila ada penggunaan bahan kimia, PT. WKS memiliki daftar terbaru dari semua pestisida yang digunakan di lapangan, termasuk nama dagang, bahan aktif, jumlah bahan aktif yang digunakan, tanggal pemakaian, lokasi pemakaian dan alasan pemakaian
  • Bahan kimia yang dilarang oleh FSC (FSC-POL-30-601), dilarang di Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara tujuan lainnya, atau termasuk golongan 1A dan 1B dalam daftar WHO, dan mengandung hidro karbonklorin tidak digunakan. Kecuali apabila permohonan pengecualian resminya telah disetujui oleh FSC. Dalam beberapa kasus PT. WKS mengikuti ketentuan-ketentuan dalam persetujuan pengecualian (derogation approval)
  • PT. WKS tidak menyimpan dan tidak memakai pestisida yang termasuk dalam daftar FSC untuk pestisida “sangat berbahaya” dalam Satuan Pengelolaan Hutan.
  • Apabila bahan kimia digunakan, seluruh staf dan kontraktor yang terlibat dalam penggunaannya harus telah menerima pelatihan untuk prosedur penanganan, pemakaian, dan penyimpanan.
  • Apabila bahan kimia digunakan, PT. WKS menerapkan prosedur yang aman untuk pengangkutan, penyimpanan, penanganan, pemakaian dan keadaan darurat, sesuai dengan Publikasi ILO mengenai “Panduan: Keselamatan dan kesehatan dalam penggunaan agro-kimia (Safety & Health in the Use of Agrochemicals: A Guide)”, “Keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja (Safety in the Use of chemicals at Work)” atau dokumen lainnya mengenai penggunaan pestisida yang aman. Semua peralatan untuk pengangkutan, penyimpanan dan pemakaian bahan kimia harus dirawat sehigga selalu dalam kondisi aman dan tahan bocor
  • Pemakaian bahan kimia dalam radius 10 m dari aliran air dan 30 m di sekitar penampungan air dan danau-danau harus dilarang
  • Pemakaian bahan kimia bila diramalkan akan hujan deras, selama musim hujan, harus dilarang.
  • Perendaman semai tumbuhan, yang diberi perlakuan dengan bahan kimia, di saluran atau aliran air sebelum penanaman harus dilarang.

Komitmen Penerapan FSC-Controlled Wood PT. Wirakarya Sakti
PT. Wirakarya Sakti (PT.WKS) akan selalu berusaha untuk melakukan pengelolaan hutan secara lestari berdasarkan prinsip dan kriteria FSC- Controlled Wood dan berkomitmen untuk :

    1. Membuktikan bahwa kayu yang disuplai telah terkontrol, untuk menghindari :
      1. Kayu dipanen secara illegal
      2. Kayu berasal dari areal pengelolaan yang terdapat pelanggaran hak-hak tradisional dan sipil
      3. Kayu berasal dari hutan yang nilai konservasi tingginya terancam oleh kegiatan-kegiatan manajemen
      4. Kayu berasal dari areal hutan dan ekosistem hutan lainnya yang dikonversi menjadi plantation atau penggunaan non hutan
      5. Kayu berasal dari UMH (Unit Management Hutan) yang tanamannya merupakan hasil rekayasa genetik
    2. Menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku
    3. Berupaya maksimal untuk menjaga lingkungan serta mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan oleh kegiatan operasional Hutan Tanaman
    4. Menjaga areal hutan yang termasuk dalam kriteria HCV (High Conservation Value ) dan HCS (High Carbon Stock)
    5. Berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Hutan Tanaman sesuai dengan cakupan kegiatan operasional unit manajemen
    6. Melakukan pengelolaan Hutan Tanaman dengan melibatkan peran serta Stakeholder didalamnya

Pernyataan Material Tanam Non-Gmo
Selain itu PT . WKS menggunakan bibit Non GMO. Hal ini diperkuat melalui pernyataan Direktur Utama PT. WKS yang menyatakan bahwa semua material tanam (benih, bibit, klon) yang di produksi di RDD dan Nursery PT. WKS yang kemudian didistribusikan ke seluruh Distrik dan pihak terkait bukan berasal dari Rekayasa Genetik (Genetically Modified Organism / GMO).